Goresan KR

Catatan dari perjalanan hidup

Bakmi Jowo DU67, mempertahankan tradisi

Beragam masakan daerah adalah kekayaan kuliner nusantara dan seharusnya kita bangga serta patut mencintai hidangan asli Indonesia. Menuju ke jalan Dipatiukur Bandung, kita menuju rumah no.67, disini ada masakan khas dari Gunung Kidul, nama tempat makan ini : Bakmi Jowo DU67. Nuansa Jawa, sudah terlihat dari pertama kita masuk di warung ini, pelayan-nya mempergunakan seragam batik & senyuman tanda keramahan budaya Indonesia akan menyambut kita.logoBakmi Jowo DU67 memang punya ciri sendiri, memasak-nya masih mempertahankan tradisi, yaitu mengunakan arang dan sebenarnya inilah membuat hidangan2 ber-aroma beda dengan masakan yang mempergunakan kompor minyak tanah atau gas.

pakai-arangopen-kitchen

Dengan bahan2 sederhana, interior-nya pun tampak beda, bambu dengan tali ijuk menghias plafon warung makan ini dengan hiasan2 dinding yang semuanya menggambarkan suasana hangat penuh dengan kekeluargaan. Bakmi Jowo DU67 begitu dicintai oleh pelanggannya, ini terlihat dari kesabaran pelanggan menanti hidangan tiba dimeja, karena jika tamu datang bersamaan memang waktu penyajian agak sedikit mulur.

Sekarang kita buka menu, pilihannya ada :

  • Bakmi Goreng / Godhog / Nyemek
  • Bihun Goreng / Godhog / Nyemek
  • Nasi Goreng
  • Nasi Mawut / Magelangan
  • Nasi Godhog
  • Cap Cay Goreng / Godhog

mie-goreng

Godhog, artinya rebus, sedangkan Nyemek adalah tengah2 antara goreng dan rebus, masakan tidak kering, masih ada kuahnya sedikit sekali. Sedang Nasi Magelangan adalah Nasi + Bakmi digoreng jadi satu. Satu ciri lagi, yang khas, disini kita bisa pesan setengah porsi dan hidangan2 tsb bisa ditambah dengan brutu/sayap/ati dan ampela, tinggal terserah selera anda.

nasi-goreng

Memulai usaha ini adalah karena rasa cinta pada hidangan nusantara, inilah gambaran awal dari Bapak Murtioso Salimoen berwiraswasta. Sosok pria Jawa yang lemah lembut, penuh perhatian pada karyawannya, berpikiran modern dan pensiun bagi beliau bukan untuk diam atau berhenti ber aktifitas, dengan mendirikan Bakmi Jowo DU67 malah membuka lapangan pekerjaan bagi orang2 desa asli Gunung Kidul yang sekarang bekerja disini.

Untuk pelepas dahaga, pilihannya juga lengkap, tetapi jangan lupa, disini ada Wedang Jahe dan Teh Poci dengan Gula Batu.

teh-poci

Kapan lagi dan siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang menghargai masakan2 asli Indonesia. Tujuh orang juru masak ada didepan 3 anglo yang secara bergantian memasak untuk pelanggan & tamu, termasuk anda kalau mampir dan menikmati masakan2 asli Indonesia yang lezat di Bakmi Jowo DU67, Jl. Dipatiukur No.67 Bandung – Telp. 022 70535874. Klik juga website Bakmi Jowo DU67. Jam buka dari 11.00 – 22.00 WIB.

Bandung, 13022009

ttd-kr3


Iklan

Februari 13, 2009 - Posted by | kuliner | , , , , , ,

2 Komentar »

  1. Hmm, cukup bisa menerbitkan selera. Kalau ada kesempatan ingin juga mencobanya.

    Komentar oleh BAE | Februari 14, 2009 | Balas

  2. pak poh nieh alom,,

    minta satu porsi donkk!!!

    ^_^…………………………..

    Komentar oleh alom,rafly,dan karin | Mei 14, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: