Goresan KR

Catatan dari perjalanan hidup

Gudeg Ceker ada di mancanegara, kenapa tidak ?

Gudeg memang dikenal sebagai makanan khas dari Yogyakarta, oleh karenanya kadang2 kota Yogya dijuluki kota gudeg selain kota pelajar. Tetapi yang namanya Gudeg itu sekarang bisa ditemui dibanyak daerah diluar kota Yogya. Solo yang letaknya tidak jauh dari Yogya juga ramai dengan penjual gudeg, salah satunya adalah Bu Wiryo, yang telah berjualan gudeg sejak tahun 1952.

Dimulai dari berjualan di kakilima, Bu Wiryo menjual Nasi Gudeg dengan dengan lauk ayam, telor & tahu. Dimulai dari nol, lama2 pelanggannya makin bertambah dan menamakan gudeg Bu Wiryo dengan Gudeg Sido Marem, yang dalam bahasa Indonesia nya ; menjadi puas, mungkin maksudnya adalah kalau makan gudeg bikinan Bu Wiryo ditanggung puas. Ada pula yang menyebut gudeg pojok karena kebetulan letak tempat berdagangnya Bu Wiryo ada disisi pojok jalan Teuku Umar Solo. Terobosan pertama dilakukan oleh Bu Wiryo ditahun 1981, yaitu dengan menjual menu baru yaitu Ceker Ayam & Opor. Dari sinilah kemudian dikenal nama Gudeg Ceker Bu Wiryo, yang sekarang menjadi trademark dagangan nya Bu Wiryo. Pada tahun 2006 entah dengan alasan apa usaha gudeg ini diserahkan pada Putranya pasangan suami-istri :Karim Amarullah, sebut saja ini adalah terobosan kedua yang dipilih oleh Bu Wiryo, buktinya setelah “manajemen baru” ada menu baru : Ceker Asem-Asem, Ceker Semur Kecap, Sop Ceker dan Lontong Opor. Gaya modernisasi pun diambil, diantaranya dengan tempat usaha yang mengarah pada bentuk restoran, promosi pun dibuat mengikuti kemajuan tekhnologi, yaitu dengan membangun website : http://gudegcekerbuwiryosolo.com.

Ternyata pembuatan website punya alasan tertentu, yaitu se-iring dengan diambilnya keputusan untuk mem-waralaba-kan (franchise) usaha gudeg ceker ini dan patut di acungi jempol, sebab seharusnya kita memang harus bangga dengan produk negeri sendiri, termasuk makanan tradisionilnya. Begitu banyak dan beragam-nya makanan khas Indonesia, tetapi kenapa justru restoran/makanan dari luar negeri yang dikenal ? Sistem waralaba (franchise) memang punya kelebihan, diantaranya untuk resep dan rasa akan standart dicabang manapun, begitu pula penyajian atau/dan sampai pada bentuk bangunan restorannya yang akan punya ciri yang sama. Usaha melebarkan sayap dengan waralaba tentu bisa mencapai keseluruh nusantara dan jika gigih ber promosi tidak menutup kemungkinan kelak akan ada Restoran Gudeg Ceker Bu Wiryo di mancanegara, paling tidak di Kuala Lumpur atau Singapura. Kalau hal ini kelak kemudian hari tercapai, sudah pasti kita juga bangga karena restoran dengan makanan khas Indonesia bisa ditemui dimana mana seantero dunia, Aku Cinta Indonesia.

Iklan

Oktober 1, 2008 - Posted by | ACI | ,

5 Komentar »

  1. Duh, 5 tahun ga ketemu Gudeg, kangen! Di Jerman saya masak sendiri, tapi rasanya beda..

    Komentar oleh Tina | Oktober 2, 2008 | Balas

  2. wah, bunda jadi kepengen..kangen gudeg huhu. siapa mau kirim ke rumah bunda????

    Komentar oleh bunda rie | Oktober 3, 2008 | Balas

  3. salam kenal mas kanjengragil..
    lah, ternyata sekarang masakan daerah juga sudah difranchisekan ya. hebat..

    Komentar oleh fikri | Oktober 3, 2008 | Balas

  4. reza nggak pernah makan gudeg nih 😀

    Komentar oleh Reza | Oktober 5, 2008 | Balas

  5. Bangga dong kalo makanan Khas Indonesia, nyampe ke luar negeri… Salut

    Komentar oleh Bambang Sriwijonarko, S.Ip | Desember 17, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: